Kamis, 5 Agustus 2010 12:31 WIB News Share :

SBY
Prihatin dengan aksi anarkisme di Pemilukada

Jakarta–Tindak anarkis pasca pemilu kepala daerah (Pemilukada) boleh jadi tidak lepas dari peran para kandidat yang gagal meraih kemenangan dalam ajang tersebut. Maka mereka tidak boleh lolos dari proses hukum terhadap kasus kerusuhan yang terjadi.

Demikian tegas Presiden SBY dalam pengantarnya membuka Rapat Kerja III Presiden-Menteri-Gubernur. Rapat berlangsung di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/8).

“Beri juga sanksi kepada pelaku, siapa tahu kandidatnya juga terlibat dalam aksi pengerusakan. Ini tidak baik, lagi-lagi rakyat yang menjadi korban,” ujar SBY.

Presiden sangat prihatin terhadap masih terus berlangsungnya aksi-aksi anarkisme di beberapa Pemilukada. Terutama terhadap tindak agitasi dan provokasi oleh sekelompok orang kepada masyarakat setempat sehingga berujung terjadinya kekerasan dan rusaknya hasil pembangunan.

Fenomena demikian sangata memprihatinkan karena merupakan langkah mundur bagi demokrasi yang sedang dibangun di Indonesia. Padahal dua kali Pemilu dan pilpres berlangsung aman dan bebas dari tindak-tindak anarkisme.

“Kalau itu Pilkada kabupaten/kota, saya minta kepada gubernur dan aparat keamanan terkait bersama-sama melakukan pencegahan terhadap kemungkinan kekerasan,” tegas SBY.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…