Kamis, 5 Agustus 2010 12:57 WIB News Share :

SBY
Ganti rugi tumpahan minyak laut Timor untuk rakyat

Bogor–Ganti rugi yang Indonesia tuntut untuk kasus tumpahan minyak di
Laut Timor bukan semata untuk pemulihan kondisi alam. Nasib warga
sekitar yang mata pencahariannya terganggu akibat bencana lingkungan
itu, juga menjadi prioritas penanganan.

“Saya ingin ada bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak tumpahan
minyak itu, seperti nelayan yang tidak bisa melaut,” tegas Presiden SBY
dalam pengantar rapat kerja kabinet dan gubernur di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/8).

Proses tuntutan ganti rugi saat ini sedang dalam proses perundingan
antara pemerintah dengan pihak pengelola kapal pengangkut minyak yang
berkedudukan di Thailand.

Jumlah nilai ganti rugi untuk tahap awal yang
pemerintah RI tuntut nilainya Rp 500 miliar.

Nilai tuntutan ganti rugi akan bertambah seiring melebarnya dampak dari
tumpahan minyak. Terutama dampak sosial yang menimpa warga sekitar yang bekerja sebagai nelayan dan petani rumput laut.

“Dua hari lalu saya mendapat laporan, hasilnya baik. Saya minta perundingan diteruskan,” sambung SBY.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…