Kamis, 5 Agustus 2010 14:31 WIB Hukum Share :

Polisi selidiki video mesum pelajar Singkawang

Singkawang–Kepolisian Resor Singkawang berupaya bergerak cepat untuk menyelidiki peredaran video mesum yang diduga diperankan pelajar Kota Singkawang.

Kepala Polres Singkawang, Ajun Komisaris Besar (Pol) Tony Sinambela, di Singkawang, Kamis (5/8) mengatakan, selain menyelidiki para pemeran video tersebut, juga lokasi pengambilan gambar tersebut.

“Kita akan selidiki dahulu mulai dari para pemain dan lokasi pengambilan gambar,” katanya.

Kapolres mengaku baru mengetahui ada gambar video mesum melibatkan “anak baru gede” atau ABG dari Kota Singkawang. Ia menyesalkan adanya kasus itu dan video bisa menyebar ke berbagai kalangan.

“Polisi akan berupaya menemukan para pemeran yang ada dalam video mesum tersebut,” katanya.

Menurut dia, upaya awal yang dilakukan yakni polisi akan mencari keberadaan empat pelaku dalam tayangan video mesum yang diduga diperankan para pelajar.  Peredaran video mesum yang melibatkan anak di bawah umur, kata Tony melanggar ketentuan perundangan-undangan yang berlaku.

Penyebaran video porno di tengah masyarakat luas, melanggar undang-undang Informasi dan Teknologi dan Pornografi. Kapolres menyatakan belum bisa memastikan motif penyebaran video mesum ABG Singkawang tersebut.

Dalam video yang diduga pengambilan gambarnya melalui telepon genggam itu, salah seorang yang diduga pelajar perempuan di dalam video itu sedang melakukan adegan layaknya suami istri dengan tiga orang lelaki secara bergantian. Video mesum tersebut berdurasi sekitar empat menit.

Video tersebut sudah beredar luas di masyarakat Kota Singkawang. Lokasi pengambilan gambar diduga diambil di tempat wisata Sungai Hang Moy. Kawasan wisata yang terletak sekitar 15 kilometer dari Kota Singkawang tersebut selama ini menjadi lokasi pilihan bagi sejumlah pasangan remaja.

ant/rif

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…