Kamis, 5 Agustus 2010 11:52 WIB Internasional Share :

Polisi penembak wartawan tewas di Rusia

Moskow–Seorang polisi senior yang memicu kecaman internasional karena menembak hingga tewas seorang wartawan terkenal di wilayah bergolak di Rusia selatan, Ingusethia, dua tahun lalu ditembak hingga tewas pada Rabu, kata beberapa pejabat.

Ibragim Yevloyev, yang dipenjarakan karena membunuh redaktur jejaring berita oposisi utama di Ingusethia, ditembak dengan menggunakan senapan otomatis di satu kafetaria di Kota Nazran, kata Kaloi Akhilgov, jurubicara bagi pemimpin Ingusethia Yunus-Bek Yevkurov.

Kantor berita yang dikelola negara, RIA, dengan mengutip keterangan sumber penerap hukum mengatakan satu lagi pejabat pelaksana hukum yang cedera dalam serangan tersebut belakangan meninggal.

Ingusethia, yang mayoritas warganya beragama Islam dan berbatasan dengan Chechnya, dilanda bentrokan yang terjadi hampir setiap hari antara polisi denganĀ  gerilyawan. Wilayah paling miskin di Rusia tersebut juga dianggap sebagai pusat korupsi dan kejahatan yang terorganisir.

Magomed Yevloyev, redaktur ingusethiyaru.org dan pengeritik utama mantan pemimpin Ingusethia Murat Zyazikov, ditembak hingga tewas pada Agustus 2008 dengan menggunakan pistol di kepalanya setelah ditahan di satu bandar udara lokal di wilayah tersebut.

Kematiannya memicu protes luas, sehingga memaksa Kremlin mengganti Zyazikov dengan Yunus-Bek Yevkurov.

Ibragim Yevloyev, yang tak memiliki hubungan dengan korbannya, dibebaskan pada Maret, setelah menjalani tiga bulan dari hukuman tiga-tahunnya akrena “melakukan pembunuhan secara tak sengaja”.

Ayah Magomed Yevloyev mengatakan dia tidak mengetahui siapa yang mungkin berada di belakang penembakan Rabu atas pembunuh putranya, demikian laporan Ekho Moskvy. Ketika ditanya siapa yang mungkin bersalah, dia mengatakan, “Siapa yang tahu dia memiliki banyak musuh.”

Republik Ingusethia berada di wilayah Kaukasus Utara dengan ibu kota Magas. Ingusethia adalah yang paling kecil di dalam federasi Rusia, dan berdiri pada 4 Juni 1992, setelah Wilayah Otonomi Chechnya-Ingusethia memisahkan diri. Ingusethia adalah tempat tinggal suku asli Ingush.

ant/rif

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…