Kamis, 5 Agustus 2010 10:10 WIB News Share :

Pengamat
DPR terjebak persoalan prasarana fisik

Yogyakarta–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah terjebak pada persoalan prasarana fisik dalam membangun komunikasi politik dengan masyarakat, kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta AAGN Arie Dwipayana.

“Padahal, yang penting untuk dilakukan adalah bagaimana menata prosedur komunikasi politik dengan masyarakat secara lebih efektif,” kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) AAGN Ari Dwipayana di Yogyakarta, Kamis (5/8).

Menurut dia menanggapi usulan DPR untuk mengadakan dana rumah aspirasi sebesar Rp 200 juta bagi masing-masing anggotanya, ada dua hal yang penting dalam menata prosedur komunikasi politik dengan masyarakat.

Dua hal itu adalah membangun komunikasi politik antara legislatif dengan konstituen dan membangun komunikasi politik antara pemangku kepentingan di daerah dengan anggota legislatif khususnya yang mewakili daerah pemilihannya.

“Dua hal itu yang utama perlu dibangun oleh anggota DPR, bukan persoalan rumah secara fisik karena justru akan membuat salah persepsi,” kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM itu.

Berkaitan dengan hal itu, menurut dia, ada tiga mekanisme yang diperlukan dalam membangun komunikasi politik dengan masyarakat agar lebih efektif.

Mekanisme itu antara lain menginisiasi pertemuan antara anggota DPR, DPRD, dan pemerintah daerah secara berkala, membuat forum publikasi kepada pemangku kepentingan melalui website, dan membuat semacam forum pertanggungjawaban publik.

“Jadi, prinsipnya adalah membangun komunikasi anggota DPR dengan masyarakat atau konstituen secara kolektif daerah pemilihan, bukan secara sendiri-sendiri,” katanya.

Dengan demikian, dalam membangun komunikasi politik dengan masyarakat khususnya ketika masa reses anggota DPR bisa dilaksanakan secara kolektif dan tidak berdasarkan massa partai yang diwakili.

“Hal itu akan membuat komunikasi politik yang dijalin antara anggota DPR dengan masyarakat bisa didesain secara lebih tertata dan tidak mahal,” katanya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…