Kamis, 5 Agustus 2010 16:53 WIB News Share :

Pemda kurang perhatian dalam pengembangan perpustakaan

Salatiga (Espos)–Keberpihakan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah dalam hal pengembangan perpustakaan di tingkat desa/kelurahan dinilai masih minim. Maka tak salah jika baru sekitar 30 persen dari total 8.490 desa/kelurahan yang ada di Jateng yang telah memiliki perpustakaan.

Demikian diutarakan Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Jateng, Dra Yuliati, saat menghadiri Forum Komunikasi Perpustakaan dan Gebyar Layanan Mobil Perpustakaan Keliling se-Jateng, di Salatiga, Kamis (5/8). Menurut dia, keberadaan perpustakaan di tingkat pedesaan dan kelurahan penting dalam mendukung prograk pemerintah, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Keberadaan perpustakaan ini juga untuk mengantisipasi buta huruf,” paparnya.

Ia mengatakan tahun ini pihaknya terus berupaya untuk menjangkau perpustakaan ke seluruh desa dan kelurahan di Jateng. Ia berharap adanya perhatian yang lebih besar dari Pemkab/Pemkot dalam mendirikan perpustakaan desa. Partisipasi aktif masyarakat, sambungnya, juga dinilai penting.

Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga hingga saat ini baru memiliki satu unit mobil Perpusling untuk menjangkau 22 kelurahan di empat kecamatan. Menurut petugas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga, Bambang Setiawan, jumlah mobil Pusling yang ada masih kurang untuk melayani minat membaca pelajar Salatiga yang cukup tinggi.

kha

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Antara Sevel dan Angkringan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (3/7/2017). Esai ini karya Flo. Kus Sapto W., seorang praktisi pemasaran. Alamat e-mail penulis adalah floptmas@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Jumat (30/6) menjadi hari terakhir beroperasinya jaringan toko 7-Eleven, jamak disebut Sevel yang merupakan kependekan dari…