Kamis, 5 Agustus 2010 13:04 WIB News Share :

Pelaku kirim ancaman bom dengan akun email 'al.osam'

akarta--Asal mula ancaman bom di Atrium Setiabudi, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, sudah diketahui. Pelaku mengirimkan email ancaman bom kepada email pribadi seorang karyawan PT Asuransi MAI Park, Satria Indra Putra.

“Dikirim ke email Indra. Dia itu karyawan bagian teknik di PT Asuransi MAI Park,” kata rekan kerja Indra, Ahmad Zaky di lokasi kejadian, Kamis (5/8).

Dari selebaran fotokopi print out ancaman bom yang diterima detikcom, email dikirim oleh Al Osam dengan nama email al.osam@yahoo.com. Email berisi ancaman bom itu dikirim sebanyak 2 kali. Email pertama masuk pada pukul 08.15 WIB.

Isinya “SAYA AKAN MELEDAKKAN SEBUAH BOM BERKEKUATAN BESAR DI LANTAI 3,4, DAN 5 GEDUNG SETIABUDI ATRIUM BUILDING. BOM INI AKAN MELEDAK PUKUL 10.30 WIB DAN AKAN MENGHANCURKAN SELURUH GEDUNG.”

Tak lama, email kedua masuk pukul 08.20 WIB. Isinya “SAYA AKAN MELEDAKKAN SEBUAH BOM BERKEKUATAN BESAR DI LANTAI 3,4, DAN 5 GEDUNG SETIABUDI ATRIUM BUILDING. BOM INI AKAN MELEDAK PUKUL 10.00 WIB DAN AKAN MENGHANCURKAN SELURUH GEDUNG.”

Hingga kini Indra yang menerima email ancaman bom tersebut masih belum bisa ditemui. Menurut Zaky, Indra sempat diperiksa polisi terkait email ancaman bom tersebut.

“Nggak tahu di mana. Tapi sempat diperiksa polisi,” jelasnya.

Pantauan detikcom pukul 12.00 WIB, tim Gegana masih menyisir gedung berlantai 8 tersebut. Namun sejumlah karyawan sempat dikomandokan untuk masuk ke dalam gedung.

Sebagian lagi masih berada di taman samping Gedung Wisma Bakrie I. Kantor perusahaan PT Asuransi MAI Park sendiri berada di lantai 4.

dtc/nad

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…