Kamis, 5 Agustus 2010 22:10 WIB Boyolali Share :

Mau bangkit, peternak burung puyuh kesulitan peroleh bibit

Boyolali (Espos)–Sejumlah peternak burung puyuh di Kabupaten Boyolali mulai bangkit kembali. Hal itu dilakukan setelah adanya serangan avian influenza (AI) awal tahun lalu.

Hanya saja, saat ini para peternak kesulitan untuk memperoleh bibit. Mereka harus rela menunggu hingga sekitar dua bulan untuk memperoleh pasokan bibit.

“Kami harus pesan dua bulan sebelumnya. Kalau pun dapat sangat terbatas,” ujar salah seorang peternak puyuh di Desa Canden, Sambi, Handono kepada wartawan di kediamannya, Kamis (5/8).

Akibat minimnya bibit yang diperoleh, imbuh Handono, harga bibit burung puyuh juga ikut naik. Sebelumnya harganya mencapai Rp 1.300/ekor. Namun saat ini menjadi Rp 1.800/ekor.

“Biasanya bibit berasal dari pengusaha lokal di wilayah Colomadu, Karanganyar. Bibit yang terbatas itu juga karena minimnya indukan yang dimiliki pengusaha pembibitan,” papar dia.

Handono mengaku dengan keterbatasan pasokan bibit itu, dirinya baru bisa memiliki sekitar 7.000 ekor dan sebagian sudah mulai berproduksi.
Untuk harga telur, Handono mengaku sekitar Rp 166/butir di tingkat pengepul. Biasanya, jelas Handono telur-telur itu dibawa ke Jakarta dan sekitarnya.

fid

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…