Kamis, 5 Agustus 2010 02:45 WIB Sragen Share :

Lima hektare tanaman tebu terbakar

Sragen (Espos)--Sekitar lima hektare tanaman tebu di Dukuh Sambilandak, Desa Srimulyo, Gondang, Sragen dilalap si jago merah, Rabu (4/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kebakaran tersebut diduga dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya kerugiannya diperkirakan mencapai ratuan juta rupiah.

Peristiwa itu diketahui sejumlah warga di sekitar pekebunan tebu dengan terdengar suara ledakan kecil-kecil dan asap mengepul ke atas di tengah perkebunan tebu. Sejumlah warga yang mengetahui kondisi itu segera memberitahukan pemiliknya, yakni tiga petani asal dukuh setempat. Ketiga petani itu antaranya Parmin, Puryatni dan Wagiman. Untuk melakukan pemadaman,warga segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi sekitar pukul 17.30 WIB. Karena jarak tempuh pengisian air mobil pemadam cukup jauh, api terus menjalar. Hingga pukul 19.00 WIB api belum bisa dipadamkan. Dua unit pemadam masih melakukan pemadaman.

Mandor tebu, Punjul, 39, saat ditemui Espos, Rabu malam menerangkan, tanaman tebu itu sudah siap panen dan sebagian telah ditebang. Perkebunan tebu ini milik tiga petani dengan luas sekitar lima hektare. Dia mengatakan, terbakarnya perkebunan ini dimulai dari tengah dan menjalar ke pinggir.

“Tiap tahun petani selalu menanam tebu. Peristiwa terbakarnya perkebunan tebu ini tidak hanya kali ini. Tiga tahun lalu juga pernah terbakar dan persis munculnya api dari tengah. Namun saat itu usia tanaman tebu masih muda,sehingga api segera bisa dipadamkan. Kebakaran kali ini cukup lama penanganannya, karena usia tanaman sudah tua dan banyak daun tebu yang mengering. Kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah,” tukasnya.

trh

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…