bentuk-uang
Kamis, 5 Agustus 2010 17:21 WIB Ekonomi Share :

Jadi “mata uang sampah”, rupiah harus diredenominasi

Jakarta – Redenominasi mata uang rupiah dinilai penting, sebab rupiah masuk sebagai garbage money atau uang sampah. Rupiah kini tercatat masuk dalam 10 mata uang terendah terhadap dolar AS.

Demikian disampaikan oleh Pengamat Pasar Uang Farial Anwar kepada wartawan, Kamis (5/8/2010).

“Mata uang kita ini (rupiah) di pasar internasional nilainya sangat memprihatinkan dan termasuk ke dalam garbage money. Rupiah merupakan 10 mata uang terburuk di dunia, kalau tidak salah kita masuk nomor 7,” ujarnya.

Karena itu menurut Farial, Bank Indonesia (BI) ingin supaya nilai rupiah lebih meningkat di mata asing. Apalagi redenominasi ini diyakini Farial akan meningkatkan citra dan pamor mata uang Indonesia di dunia internasional.

Kemudian, lanjut Farial, dengan nominal rupiah yang sangat tinggi ini, Indonesia masuk ke dalam beberapa negara yang nilai APBN-nya hingga triliunan. “Padahal di negara-negara tetangga kita yang lain, APBN nilainya hanya miliaran atau bahkan jutaan,” jelasnya.

Dikatakan Farial, banyak negara-negara lain yang sukses melakukan redenominasi seperti Turki. Dan BI bisa mempelajari proses redenominasi dari pengalaman negara-negara lain.

“Masyarakat tidak perlu takut akan redenominasi ini. Redenominasi ini berbeda dengan sanering di tahun 1965 yang kondisi ekonominya masih terbelakang. Saat ini ekonomi kita sudah maju. BI harus memberikan pendidikan atau edukasi yang terpadu kepada masyarakat mengenai rencana ini,” tuturnya.

Seperti diketahui, BI akan melakukan redenominasi rupiah karena uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000. Uang rupiah tersebut mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dolar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.

BI akan mulai melakukan sosialisasi redenominasi hingga 2012 dan dilanjutkan dengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakai istilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru. detikFinance

Bagian Sirkulasi SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pelajaran dari First Travel

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (18/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Ditangkap dan ditahannya Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First…