Kamis, 5 Agustus 2010 21:24 WIB Sragen Share :

9 Pimpinan Ponpes diperiksa

Sragen (Espos)–Sebanyak sembilan orang pimpinan pondok pesantren (Ponpes) dan madrasah diperiksa sebagai saksi di Mapolres Sragen, Kamis (5/8), terkait dugaan penyunatan bantuan sosial (Bansos) yang menyeret oknum legislator berinisial AS.

Berdasarkan hasil gelar perkara di Polda Jateng, kasus Bansos tahun 2008 itu ditingkat dari penyelidikan menjadi penyidikan. Sebagian mereka diperiksa mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.45 WIB.

Sebagian lainnya diperiksa sampai pukul 13.00 WIB. Sejumlah pimpinan Ponpes itu berasal dari Ponpes Nurul Huda Sumberlawang, Ponpes Tarbiyatun Nasiin Sumberlawang, dua madrasah di Mondokan, sejumlah Ponpes di Kedawung, Gesi dan Tangen.

“Mereka diperiksa penyidik sebagai saksi sekaligus membuat laporan polisi tentang kasus tersebut. Pertanyaan yang diberikan penyidik hampir sama dengan klarifikasi sebelumnya, yakni mengarah pada sumber dana dan peruntukan dana Bansos itu. Jadi tidak ada yang baru,” ujar salah satu pimpinan Ponpes Tarbiyatun Nasiin, Ngadiman saat dijumpai Espos, Kamis kemarin.

trh

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…