Kamis, 5 Agustus 2010 14:58 WIB Internasional Share :

2 Prajurit RI tinggalkan medan tempur dengan taksi

Jakarta--Media Libanon mengecam pasukan perdamaian PBB di Libanon atau UN Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyusul pertempuran yang terjadi di perbatasan Israel dan Libanon pada Selasa, 3 Agustus lalu.

Sebelumnya, stasiun televisi milik Hizbullah, Al-Manar pada 3 Agustus lalu seperti dilansir situs Almanar.com, Kamis (5/8), menayangkan gambar dua prajurit Indonesia yang diduga berasal dari UNIFIL, meninggalkan lokasi pertempuran dengan menumpang taksi.

New TV, yang juga bersimpati pada Hizbullah, membahas “kaburnya” prajurit-prajurit UNIFIL tersebut.

Tak ayal hal itu menimbulkan kecaman media Libanon. Harian As-Safir misalnya, menyebut pasukan UNIFIL “impoten”.

“Pasukan internasional yang impoten itu mundur, meninggalkan tempat pertempuran dan menonton peristiwa yang terjadi dari kejauhan,” tulis As-Safir.

Sedangkan harian Al-Anwar mengejek bahwa UNIFIL menjalankan perannya dengan sangat baik ketika keadaan tenang. “Tapi ketika konfrontasi terjadi, mereka cuma penonton yang menghubungi kedua pihak untuk mencoba mengembalikan ketenangan dan kemudian memasukkan laporan ke Dewan Keamanan,” tulis media Libanon tersebut.

Harian An-Nahar menuliskan: “Pertanyaannya, apa yang dilakukan jika insiden ini terulang lagi… khususnya menyangkut peran UNIFIL.”

“Mengapa UNIFIL tidak membantu pasukan, setidaknya dengan memberikan pertolongan pertama?” tanya media tersebut.

Baku tembak antara pasukan Israel dan Libanon pada Selasa, 3 Agustus lalu menewaskan tiga warga Libanon, dua prajurit Libanon, seorang wartawan surat kabar Al-Akhbar dan seorang perwira senior Israel.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…