Rabu, 4 Agustus 2010 21:59 WIB Sragen Share :

Wabah ternak merembet ke manusia

Sragen (Espos)--Wabah yang menimpa ternak di Dukuh Tegalsari, Desa Ketro, Tanon ternyata juga terjadi di Dukuh Glonggongan desa setempat.

Di Dukuh Glonggongan dua ternak, jenis sapi satu ekor dan kambing satu ekor mati sekitar tiga pekan lalu. Wabah yang menimpa ternak itu ternyata juga merembet pada manusia.

Sekitar tujuh orang warga Dukuh Glonggongan mengalami luka semacam koreng di kulit tangan dan kaki mereka, setelah menyembelih dan memotong-motong daging sapi yang mengidap penyakit.

Pihak Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Sragen saat ini terus melakukan tindakan penanganan sekaligus pencegahan agar wabah tidak kembali terjadi.

Warga Dukuh Glonggongan, Ketro, Surajo mengatakan kejadian yang melanda ternak di dukuh tempat dia tinggal terjadi sekitar tiga pekan lalu, atau berselang hampir satu bulan dengan wabah yang menimpa ternak di Dukuh Tegalsari, Ketro. Surajo terkena imbas berupa luka koreng, setelah ikut mengurusi pemotongan daging sapi yang diduga terkena wabah.

“Setelah kena itu, sampai sekarang sudah sekitar 20 hari. Luka seperti ini dan badan nggreges. Ini sudah diberi obat, sudah lumayan kering,” papar Surajo, saat ditemui Espos, di kediamannya, Rabu (4/8).

tsa

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…