Rabu, 4 Agustus 2010 16:04 WIB News Share :

Tak becus urusi proyek, walikota akan rolling pejabat

Salatiga (Espos)–Pelaksanaan lelang proyek Pemerintah Kota Salatiga tahun 2010 hingga kini banyak yang terlambat dilakukan. Bahkan masih banyak yang belum dilelang lantaran belum disusunnya rencana anggaran biaya (RAB) dan gambar dari masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang mengampu kegiatan pengadaan barang dan jasa tersebut.

Walikota Salatiga, John Manuel Manoppo mengaku jengah dengan kondisi yang kerap terjadi tiap tahun ini. Ia menilai hal ini disebabkan oleh rendahnya mutu kepala maupun staf SKPD yang membantunya melaksanakan jalannya proses pemerintahan.

Satu-satunya solusi yang telah disiapkan Walikota  adalah mendepak pejabat yang dinilai bermutu rendah dan menggantinya dengan yang lebih profesional.

“Jadi harus saya akui memang aparat kami yang menangani itu (proyek) kurang profesional, baik pengguna anggaran (SKPD) maupun ULP (Unit Layanan Pengadaan),” ujarnya kepada Espos, Selasa (3/8) di kompleks Pemkot setempat.

Wakil Ketua DPRD Salatiga, M Fathurrahman, kembali mengelus dada atas kondisi demikian. Ia mengkhawatirkan anggaran APBD 2010 yang diplot untuk membiayai kegiatan proyek pembangunan fisik kembali tak terserap seluruhnya, seperti yang terjadi tahun lalu.

“Tahun anggaran sebelumnya, APBD tak terserap sebelumnya, lantaran banyak proyek yang gagal dilaksanakan akibat ketidaksiapan pengguna anggaran. Jangan sampai hal ini kembali terjadi. Yang dirugikan jelas masyarakat,” ungkap politisi asal PKS ini.

Lebih lanjut Walikota menyebut banyak pejabat dan stafnya yang telah mengenyam pendidikan S2. Sayangnya jenjang pendidikan tersebut tak serta merta membuat mereka menjadi profesional.

“Langkah ke depan, tak ada jalan lain, dalam waktu dekat akan ada perputaran pejabat,” tukas walikota.

kha

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…