Rabu, 4 Agustus 2010 23:32 WIB Boyolali Share :

Sehari, terjadi dua kasus bunuh diri di Boyolali

Boyolali (Espos)–Dalam sehari, Rabu (4/8), terjadi dua peristiwa orang meninggal dunia yang diduga karena bunuh diri di Boyolali, yaitu di Kecamatan Ngemplak dan Andong.

Seorang janda, Suharti, 53, warga Dukuh Gumuk RT 7/RW II, Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak ditemukan terapung di dalam sumur dekat rumahnya, sekitar pukul 05.00 WIB.  Sempat terjadi dugaan Suharti masuk ke dalam sumur karena terpeleset. Namun, dari pemeriksaan dokter, tidak diketemukan tanda-tanda atau kekerasan fisik, serta benturan pada jasad korban.

“Dugaan sementara, korban meninggal dan masuk ke dalam sumur tanpa paksaan. Selain itu, berdasarkan informasi ternyata korban menderita penyakit komplikasi yang sudah menahun. Kemungkinan korban  bunuh diri karena tak tahan dengan rasa sakit yang dideritanya,”  terang Kapolres Boyolali, AKBP Romin Thaib melalui Kapolsek Ngemplak, AKP Dwi Wahyuni.

Sementara itu di hari yang sama, Ruminah, 60, warga Dukuh Beji RT 5/RW I Desa Beji, Kecamatan Andong ditemukan tewas tergantung di pohon mangga depan rumahnya, Rabu, sekitar pukul 04.00 WIB.  Kapolres Boyolali, AKBP Romin Thaib melalui Kapolsek Andong, AKP Yadiyo menuturkan, korban diduga bunuh diri karena stres lantaran penyakitnya yang tak kunjung sembuh.

hkt

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…