Rabu, 4 Agustus 2010 10:25 WIB Internasional Share :

Pria AS tembak delapan orang lalu bunuh diri

Connecticut–Aksi penembakan brutal kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Seorang pria berusia 34 tahun menembak delapan rekan kerjanya hingga tewas. Setelah itu dia pun bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri.

Pelaku penembakan di Manchester, Connecticut tersebut adalah Omar S. Thornton, seorang pria berkulit hitam yang bekerja sebagai sopir di perusahaan Hartford Distributors.

Usai melancarkan aksi penembakannya, Thornton sempat menelepon ibunya dan mengatakan dia telah membunuh lima rasis yang mengganggunya.

Thornton ternyata pernah beberapa kali mengeluhkan pelecehan rasial yang dialaminya di tempat kerjanya. Pria itu mendatangi Hartford Distributors pada sekitar pukul 07.30 waktu setempat dan langsung menembaki 10 pegawai dengan pistol yang dibawanya.

Menurut Departemen Kepolisian Manchester, seperti dilansir News.com.au, Rabu (4/8), sembilan orang termasuk Thornton tewas dalam peristiwa maut tersebut. Dua orang lainnya terluka.

Thornton telah bekerja di perusahaan tersebut selama sekitar setahun. Paman Thornton, Will Holliday mengatakan, keponakannya itu seorang pekerja keras dan pendiam. Menurut Holliday, keponakannya itu mengalami rasisme di tempatnya bekerja. “Mereka membedakan dia karena dia satu-satunya orang berkulit hitam di sana,” cetus Holliday.

Setelah menembaki rekan-rekan kerjanya, Thornton menelepon ibunya dan mengatakan: “Saya membunuh lima rasis yang mengganggu saya.” Thornton pun mengabaikan permintaan ibunya untuk tidak mengakhiri hidupnya.

“Cukup sudah. Polisi akan segera datang jadi saya harus mengurus ini sendiri,” tutur Thornton sebelum menembak dirinya sendiri.

Keluarga Thornton menyampaikan dukacita kepada keluarga para korban. Namun ditekankan pula bahwa keluarga mereka pun berduka atas kematian Thornton.

dtc/ tiw

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Krisis Kepribadian

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (19/7/2017). Esai ini karya Indra Tranggono, pengamat budaya yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah indra.tranggono23@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Manusia harus menjadi majikan (penguasa) atas hawa nafsunya. Artinya ia berdaulat…