Rabu, 4 Agustus 2010 13:26 WIB News Share :

Pesta Miras, enam warga Blitar tewas

Blitar–Pesta minuman keras (Miras) yang digelar warga Kelurahan Gedok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar menyebabkan enam orang tewas dan satu kritis.

Sebelum keenam korban tewas, mereka sempat mendapat perawatan di RSUD Mardi Waluyo untuk mendapatkan penanganan intensif. Berdasarkan keteranggan Humas RSUD Mardi Waluyo, Njunariadi, saat dibawa ke RS, rata-rata kondisi seluruh korban sudah kritis. Namun, meski telah dilakukan pertolongan, nyawa korban tak tertolong lagi.

“Seluruh korban sempat dirawat sekitar 1-2 jam-an, setelah itu baru meninggal,” jelas Njunariadi, Rabu (4/8) pada wartawan. Penyebabnya diduga adalah over dosis minuman keras. Kondisi itu nampak dari mulut yang mengeluarkan busa.

Kelima Korban meninggal yakni, Hermawan Suryaputra ,25, warga Kelurahan Tlumpu Kecamatan Sukorejo Blitar, Edi Supriyono ,26, warga lingkungan tulungrejo Kelurahan Gedog Kecamatan Sananwetan Blitar, Budi ,19, warga Desa Bendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, David Indra ,25, warga Kelurahan Gedog Kecamatan Sananwetan Kota Blitar dan Sulis ,34, warga jalan Karya Gedog Kecamatan Sananwetan Blitar, serta Sadeni warga Gedok Kota Blitar

Sedangkan Pamuji ,50, warga Gedog Kecamatan Sananwetan Blitar dalam kondisi kritis dan masih dirawat di RSUD Mardiwaluyo Blitar. “Karena kondisinya sangat kritis nyawa korban tak tertolong lagi, sedangkan 1 orang masih mendapatkan perawatan intensif, ” jelasnya.

Sementara, Kasat Reskrim Kota Blitar, AKP Purdiyanto, membenarkan kejadian tersebut. Jumlah korban saat ini tewas mencapai 6 orang, sedangkan 1 masih kritis. “Sampai saat ini jumlah korban yang tewas mencapai 6 orang, sedangkan satu masih kritis,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, diduga acara pesta miras ini digelar di beberapa tempat selama beberapa 3 hari. Mulai dari hari Minggu (2/8) hingga Selasa (3/8) malam.

dtc/ tiw

lowongan kerja
lowongan kerja CREATIVE DESAIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Kampung

Gagasan ini dimuat Harian Solopos, Kamis (15/6/2017), karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan perkotaan. Solopos.com, SOLO–Ramadan datang membawa ingatan nostalgia atas peristiwa hidup di kampung. Bertahun-tahun lalu warga kampung di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Solo,…