Rabu, 4 Agustus 2010 14:07 WIB News Share :

PDIP tolak Satpol PP diberi senjata api

Jakarta–Tak tanggung-tanggung, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyampaikan langsung penolakan wacana mempersenjatai Satpol PP dengan pistol. PDIP tidak setuju Satpol PP dipersenjatai karena rawan penyalahgunaan.

“Saya merasa bingung apa betul perlu Satpol PP perlu diberi senjata. Berikan senjata kepada instansi yang berwenang, yakni TNI dan Polri, tidak perlu disambung segala macam,” kata Mega dalam sambutan resminya saat membuka Rakornas PDIP II di Sentul, Bogor, Rabu (4/8).

Mega menilai jika semua pihak diperbolehkan memegang senjata, Indonesia akan terkesan sebagai negara yang tidak aman. Padahal fakta di lapangan Indonesia cukup kondusif jika pemimpinnya bisa mengatur dengan baik.

“Sepertinya kita jadi belantara masyarakat yang nggak bisa diurus. Padahal untuk mengurus sangat muda. Prestasi itu sudah dibuat di Solo,” tegasnya.

Mega meminta para eksekutif dari PDIP di daerah tidak menerapkan kebijakan benar-benar memperhatikan rakyat. Jika hal itu dilakukan, rakyat akan membalas dengan pilihan yang tepat pada saat pemilu.

“Contoh Solo, masyarakat membalas tunai dengan kemenangan 90 persen. Ini jadi contoh yang jadi eksekutif, bahwa pelayanan harus diutamakan,” tegasnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…