Rabu, 4 Agustus 2010 12:10 WIB News Share :

Aksi kubur diri diikuti para ibu dan anak

Jakarta–Aksi kubur diri menentang pengosongan lahan di Rawa Kebo, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, memasuki hari ke-3. Ibu-ibu dan anak-anak ikut menguburkan diri sebagai wujud solidaritas terhadap penghuni terlama, Kusen Satrosuwito.

Seperti yang dilakukan oleh ibu Yanti ,31, yang membawa anaknya Ajid 1,5. Namun Ajid hanya bertahan lima menit karena menangis. “Saya sudah bertahun-tahun tinggal di sini. Masa main gusur begitu saja,” ujar Yanti kepada wartawan di lokasi, Rabu, (4/8).

Usai Yanti menyusul Salmah ,58, dan cucunya Silviana ,8. Silviana bertahan sekitar 45 menit. “Ikut nenek,” kata Silviana lugu.

Usai Salmah dan Silviana dikubur, menyusul Endah. Mengenakan ikat kepala merah, dia menguburkan diri hingga hanya terlihat bagian kepalanya saja. “Saya simpatik sama penderitaan Pak Kusen,” kisahnya.

Melihat aksi ini, para warga hanya menggeleng-gelengkan kepala. “Ada-ada saja,” komentar Tri ,36, warga Cempaka Putih.

dtc/ tiw

lowongan kerja
lowongan kerja guru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…