fosil manusia
Rabu, 4 Agustus 2010 09:28 WIB Internasional Share :

Ditemukan fosil manusia berusia 67.000 tahun

Manila–Fosil manusia berusia 67 ribu tahun ditemukan di Filipina. Fosil berupa tulang ini diduga merupakan manusia pertama di Asia-Pasifik.

Fosil itu ditemukan para arkeolog dalam penggalian di Gua Callao dekat Penablanca, 210 mil di utara Filipina seperti dilansir dari Telegraph, Rabu (4/8).

Kawasan gua itu diperkirakan sudah dihuni manusia 20 ribu tahun lebih awal dari yang diperkirakan. Tulang kaki yang ditemukan itu diperkirakan adalah manusia Tabon yang diketahui merupakan penghuni pertama di Filipina.

“Sejauh ini, bisa jadi ini adalah fosil tertua yang ditemukan di Asia-Pasifik. Kehadiran manusia di Luzon ini menunjukkan bahwa mereka sudah memiliki pengetahuan pembuatan kapal pada periode awal,” ujar ketua tim arkeolog dari Universitas Diliman Filipina Prof Armand Mijares.

Mijares mengatakan bukti ini menunjukkan Manusia Callao atau nenek moyang orang Filipina mencapai Luzon di Kepulauan Filipina dengan perahu, di mana para ahli tidak memperkirakan manusia bisa bepergian jauh melintasi laut sejauh itu.

Potongan-potongan tulang rusa dan babi liar yang ditemukan di sekitar fosil-fosil itu menunjukkan bahwa Manusia Callao juga pemburu, walaupun tak ditemukan alat-alat berburu saat penggalian.

Mijares mengatakan penemuan ini mengejutkan dan menggembirakan. Dia menambahkan ciri-ciri Manusia Callao ini mirip dengan suku asli Luzon sekarang yaitun pendek, berambut keriting dan berkulit gelap. Tim Mijares sekarang memintza izin untuk menggali wilayah Gua Callao untuk menemukan lebih banyak fosil.

Sebelumnya para arkeolog dari Universitas Filipina dan Museum Nasional berhasil mendapatkan 3 tulang metatarsal dari kaki kanan pada tahun 2007. Namun, butuh 3 tahun menemukan usia tulang berukuran 2,4 inchi itu menggunakan metode uranium di Prancis.

dtc/rif

Bagian Sirkulasi SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kota Penyair Perlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (16/8/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dalam rangka memperingati hari proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 1982,…