Rabu, 4 Agustus 2010 20:00 WIB Ekonomi Share :

Daerah diminta perketat pengawasan parcel

Solo (Espos)--Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng pun meminta kepada masing-masing daerah untuk mulai memperketat pengawasan terhadap peredaran makanan dan parsel tersebut.

Mengingat, pada tingkat permintaan yang cukup tinggi menjelang bulan puasa dan lebaran, biasanya banyak ritel yang tetap menjual makanan kemasan, parsel yang tidak layak edar atau tidak layak dikonsumsi. Hal ini, tentunya akan sangat merugikan konsumen.

“Supermarket, minimarket termasuk pasar tradisional yang menjual makanan dengan kemasan tertutup termasuk parsel menjadi fokus kami dalam melakukan pengawasan peredaran makanan kemasan,” tutur Kasi Bina Usaha, Disperindag Provinsi Jateng, Ratih Susiyanti Sudarman, saat ditemui Espos, di Bakorwil, Rabu (4/8).

Pengawasan, lanjutnya, ditujukan untuk menekan peredaran makanan kemasan yang kedaluwarsa dan kemasan rusak. Tapi, makanan yang beredar juga harus menyampaikan informasi komposisi, bahan baku dan bahan kemasannya.

Jika di lapangan ditemukan adanya makanan kemasan yang kedaluwarsa atau rusak maka barang-barang tersebut akan ditarik.

Untuk parsel pun, tambah Ratih, dari tim pengawas berhak membuka satu sampel parsel dan mengecek apakah masih ada makanan yang kedaluwarsa atau tidak.

haw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…