4mundardjito-arkelog
Rabu, 4 Agustus 2010 15:17 WIB News Share :

Candi bawah laut bisa terjadi akibat tsunami

Jakarta--Candi di atas tanah sudah biasa. Namun bila candi tersebut berada di dasar laut tentu luar biasa. Karena itu ketika foto candi bawah laut beredar di Twitter, perhatian khalayak pun tersedot.

Kebenaran foto tersebut memang masih belum terungkap. Namun keberadaan candi di bawah laut bukanlah hal yang tidak mungkin. Tsunami yang terjadi di masa lalu bisa mengakibatkan candi terkubur oleh air.

“Kalau daerah di pinggir (pantai) terkena hantaman gempa atau tsunami, maka (candi bawah laut) bisa terjadi. Sebab bisa longsor ke bawah,” kata arkeolog senior Prof Dr Mundardjito saat dihubungi detikcom, Rabu (4/8).

Mundardjito mencontohkan pantai Aceh bagian utara. Ketika tsunami menerjang, daerah yang semula satu tanah utuh menjadi terpecah-pecah seperti gugus pulau. Hal itu terjadi karena ada daratan yang jatuh.

Selain karena tsunami, candi bawah laut juga bisa terjadi karena candi yang dibangun di suatu pulau kecil tenggelam lantaran air naik.

“Karena panas global, air jadi naik ke atas sehingga pulau ternggelam. Itu seperti Pulau Seribu, dulu kan banyak pulaunya,” jelas pria yang dijuluki Bapak Arkeolog Indonesia ini.

Terkait kemungkinan kebenaran candi di bawah laut yang menurut informasi di Twitter berada di perairan antara Jawa dan Bali, Mundardjito mengaku masih belum jelas. “Dulu di situ mungkin ada bangunan yang tenggelam bisa saja. Tapi saya belum memiliki data, jadi belum jelas,” ucapnya.

dtc/nad

lowongan kerja
lowongan kerja PT. BPR SURYAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…