Rabu, 4 Agustus 2010 17:24 WIB News Share :

“Relokasi PKL tak sesuai pengelompokkan”

Salatiga (Espos)–Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang menempati kawasan Jalan Taman Makam Pahlawan, Salatiga, secara swadaya mulai memindahkan barang dagangan mereka ke tempat yang telah disediakan Pemkot setempat. Sejumlah pedagang mengaku pasrah dengan hasil undian yang dilakukan untuk menentukan lokasi berjualan kendati tak sesuai keinginan mereka.

Hanya saja beberapa pedagang mengaku kecewa ternyata ada beberapa pedagang yang menerima hasil undian tak sesuai dengan pengelompokan wilayah berjualan.

“Saya milihnya ya berjualan di bawah (lantai dasar Pasar eks-Pertokoan Hasil), tapi bagaimana lagi. Keputusan hasil undian tak bisa berubah yang saya naik ke atas,” ungkap Sutini, 53, warga Pengilon, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Salatiga yang juga pedagang pakaian anak-anak, Rabu (4/8).

“Pengelompokan pedagang aturannya memang begitu, tapi kenyataannya setelah diundi ada saja pedagang pakaian yang berjualan di bawah padahal seharusnya di atas,” keluhnya yang pesimis jualannya akan ramai seperti saat masih berdagang di Jl Taman Makam Pahlawan.

Seperti diketahui, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UMKM dan Pengelolaan Pasar mengelompokkan PKL berdasarkan jenis barang dagangan mereka dalam relokasi ini. Ada lebih dari 22 kelompok PKL yang ditetapkan Disperindagkop UMKM dan Pengelolaan Pasar, mulai dari kelompok PKL bumbon (berjualan bumbu dapur) hingga sandang.

Tiap kelompok PKL menempati lokasi yang sama. Tujuannya agar penyebaran keramaian pembeli merata. Namun sementara ini tak demikian.

Sementara itu, staf bagian Pengawasan dan Pengendalian pada Disperindagkop UMKM dan Pengelolaan Pasar, Dalimo, menyatakan proses relokasi relatif lancar. Terkait adanya pedagang yang mendapat lokasi berjualan tak sesuai dengan jenis kelompok dagangannya, ia mengaku tak tahu menahu.

“Itu tugasnya staf penataan, saya hanya mengawasi berdasarkan hasil undian saja,” tukas dia.

kha

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…