Selasa, 3 Agustus 2010 00:34 WIB Solo Share :

Tukar guling tanggul tidak dapat diterima secara teknis

Solo (Espos)–Kasi Operasional dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Ruhban Ruzziyatno mengatakan, tukar guling atau pemindahan tanggul tidak dapat diterima secara teknis.

Tuntutan warga bantaran Sungai Bengawan Solo yang menawarkan opsi tukar guling tanggul dapat memicu musibah besar. Dengan kondisi tertentu, dimungkinkan menyerupai bencana jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang tahun lalu.

Dengan adanya tukar guling tersebut, lanjutnya, maka akan terjadi kelokan tanggul yang disebut leher angsa. “Leher angsa inilah yang bisa menyebabkan tragedi besar, seperti Situ Gintung,” kata Ruhban saat ditemui Espos di ruang kerjanya,  Senin (2/8).

Tragedi itu dapat berlangsung bila volume air melimpah dan badan sungai tidak mampu menampung. Kemudian akan terjadi overtoping atau tinggi air melebihi tinggi tanggul. Kondisi ini dapat menggerus dan menghancurkan tanggul pada bagian leher angsa.

“Bahkan bisa lebih parah dari itu, arus sungai lebih deras dan terus menerus, sedang danau tidak,” katanya.

m86

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Dirawat dan Merawat Cendekiawan Soedjatmoko

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (19/8/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Magister Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Rabu, 15 Agustus 2017, pemerintah menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada delapan…