Selasa, 3 Agustus 2010 10:24 WIB Sragen Share :

Tersinggung, kakak pacul adik kandung

Sragen (Espos)–Seorang kakak kandung, Sukarno, 45, tega mengahabisi adik kandungnya sendiri, Supiyatun, 40, di rumah ibunya, di Taraman RT 4/RW I, Sidoharjo, Sragen, Senin (2/8), sekitar pukul 16.00 WIB. Akibatnya Supiyatun mengalami luka robek di bagian muka sepanjang 20 cm dan dilarikan ke RSUD Sragen.

Informasi yang dihimpun Espos, Senin sore, peristiwa itu berawal saat Sukarno membersihkan sampah di halaman rumahnya yang bersebelahan dengan rumah orangtuanya yang dihuni Suliyem, 60, ibundanya, bersama Supriyatun dan suaminya Kasdono, 45. Tidak tahu penyebabnya apa, tiba-tiba tumpukan sampah yang dibersihkan itu dibuang di dalam rumah ibunya.

Mengetahui kondisi tersebut, Suliyem menjadi berang. “Saat itu saya hanya mengingatkan, mengapa buang sampah saja harus didalam rumah ta No? Lalu anak saya keluar dan melihat kondisi yang sama. Supi menjadi tidak terima. Dia lalu menghampiri Sukarno dan mengingatkan mengapa berbuat seperti itu kepada orangtua sendiri,” tukas Suliyem saat ditemui Espos.

Dengan peringatan adiknya, Sukarno bukannya sadar, justru menjadi berang. “Dia justru mengancam adiknya. Kalau membela ibu, saya pukul pakai cangkul. Ternyata benar, Sukarno membawa cangkul dan memukulkan ke kepala Supiyatun. Saya menjadi bingung dan berteriak meminta tolong,” kisah Suliyem.

Tak lama kemudian sejumlah warga mendatangi rumah Suliyem. Kasdono yang melihat kondisi istrinya dengan bercucuran darah langsung pingsan, karena kaget dan tak kuasa melihat kondisi itu. Namun Sukarno yang melakukan tindakan biadab itu seolah tak bersalah. Warga yang mengetahui perlakukan itu nyaris bakal menghajar Sukarno. Namun untungnya, aparat Polsek Sidoharjo segera datang dan mengamankan Sukarno.

Supiyatun yang tak berdaya hampir kehabisan darah langsung dilarikan ke RSUD Sragen. Warga yang beramai-ramai mengantar Supiyatun ke RSUD dan sampai di RSUD sekitar pukul 18.30 WIB.

“Beberapa waktu lalu, Sukarn sempat mengancam akan membunuh saya. Dia tidak gila. Namun entah mengapa, anak itu sampai berbuat seperti ini,” keluh Suliyem.

Kapolres Sragen AKBP IB Putra Narendra melalui Kapolsek Sidoharjo AKP Sartu membenarkan persitiwa itu. Perkara tersebut masih dalam proses penanganan Polsek Sidoharjo.

trh

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…