Selasa, 3 Agustus 2010 17:24 WIB Wonogiri Share :

Sopir dan kru agen keluhkan kelambatan di SPBE

Wonogiri (Espos)–Puluhan sopir dan kru agen distributor elpiji 3 kg di Wonogiri kembali mengeluhkan kinerja Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Ngadirojo yang dinilai lamban melayani pengisian elpiji sehingga membuat mereka menunggu sampai berjam-jam.

Sebelumnya, keluhan senada sudah pernah disampaikan saat tim pengawas gabungan Pemkab Wonogiri melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi SPBE, 26 Juli lalu. Namun rupanya, para sopir dan kru masih mengalami kelambatan dalam pengisian elpiji ke dalam truk mereka.

Beberapa di antara mereka mengaku sudah menunggu sejak pukul 07.00 WIB, namun hingga pukul 11.30 WIB belum juga bisa berangkat mengedarkan tabung ke wilayah.

“Seringkali kami sudah datang sejak pagi dan baru pukul 15.00 WIB bisa keluar. Padahal kami hanya punya waktu mengedarkan tabung sampai pukul 18.00 WIB. Kalau sudah lewat pukul 18.00 WIB kami tidak bisa mengedarkan tabung karena pasti akan diprotes oleh lingkungan sekitar,” ungkap salah satu kru PT Ari Mulyo, Joni, saat ditemui Selasa.

Kru lainnya dari PT Patra Karya Tunggal, Rudhi Sindhu Wardana, mengatakan, tuntutan pihaknya hanya dua. Pertama, kecepatan dalam pengisian elpiji dan safety control atau jaminan keamanan tabung sebelum diangkut ke truk.

“Kami berharap SPBE ini secepatnya memperbaiki kinerja. Apalagi ini sudah mendekati Ramadan dan Lebaran. Kami hanya mengantisipasi jika ada lonjakan permintaan, sementara pelayanan SPBE masih lambat,  pasti bakal merepotkan,” tegasnya.

Direktur SPBE Ngadirojo, Handoko, saat ditemui mengakui hari itu  memang ada keterlambatan pengisian elpiji yang disebabkan terjadinya penumpukan kedatangan truk. Namun, menurutnya, hal itu tidak terjadi setiap hari, melainkan hanya pada hari-hari tertentu, terutama pada awal pekan.

“Ini (kelambatan pengisian) terjadi karena truk-truk itu datangnya bersamaan. Ya biasa, kalau awal pekan. Kalau mau melihat hari Rabu atau Kamis, lebih sering sepi. Pokoknya asal mereka datangnya maksimal tiga truk dalam satu waktu tentu bisa lebih cepat, tidak bersamaan dan menumpuk seperti ini,” katanya.

shs

SOLO BAKERY, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menjaga Etika, Menjaga Eksistensi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Pada Sabtu-Senin (5-7/8/2017) lalu saya menghadiri pertemuan majelis etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) se-Indonesia di Jakarta. Sejak organisasi…