Selasa, 3 Agustus 2010 20:33 WIB Sukoharjo Share :

Sekolah kekurangan murid mulai ketar-ketir

Sukoharjo (Espos)–Sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) yang kekurangan siswa di wilayah Nguter mulai ketar-ketir dalam mencukupi biaya kegiatan sekolah.

Mereka mendesak, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Sukoharjo segera memberi perhatian dan menindaklanjuti kasus yang terjadi di sekolah mereka. Kepala SDN 03 Tanjung, Nguter Saimin HS mengatakan, selama ini untuk menunjang oprasional sekolah, pihaknya hanya mengandalkan dana BOS. Padahal, alokasi dana BOS dihitung berdasarkan jumlah siswa. Sementara, untuk tahun ajaran 2010/2011 sekolahnya gagal mendapatkan murid.

“Kalau siswa kami sedikit, otomatis jumlah dana BOS yang diterima juga minim. Kalau siswa kami hanya 23 berarti kami hanya mendapat dana BOS sekitar Rp 2,282 juta untuk tiga bulan karena setiap murid rata-rata mendapat alokasi Rp 99.250,” katanya kepada wartawan, Selasa (3/8) di sekolahnya.

Dia mengatakan, dengan dana senilai Rp 2,283 juta, pihaknya mengaku kesulitan membagi dana tersebut lantaran jumlah kebutuhan sekolah tidak sebanding dengan dana yang tersedia. Dengan kondisi yang dialami sekolahnya, Saimin meminta Disdik Sukoharjo segera turun tangan dan menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Hal senada juga dikatakan Kepsek SDN 02 Daleman, Nguter, Sumadi. Menurutnya, dengan jumlah siswanya yang hanya 37, dia mengaku khawatir tidak dapat mencukupi kebutuhan biaya operasional sekolah, termasuk membiayai kegiatan lain seperti jambore, Popda dan lomba Olimpiade.

“Harapan kami hanya BOS, jadi uang yang ada walaupun sedikit akan kami kelola, terus terang memang kami ketar-ketir mana mungkin dengan dana yang ada bisa mencukupi biaya operasional sekolah,” ujarnya.

Sementara mengenai nasib sekolahnya ke depan, Sumadi mengaku pasrah jika akhirnya Disdik Sukoharjo memilih untuk meregrouping sekolah. “Tahun ini kami hanya dapat siswa baru empat, kami harap Disdik memberi perhatian lebih kepada sekolah yang kekurangan murid,” imbuhnya.

ufi

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Lebaran Itu Buku

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (24/6/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, esais sekaligus kuncen Bilik Literasi Solo. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Selamat hari raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar trah Niti…