Selasa, 3 Agustus 2010 15:54 WIB News Share :

Puluhan ibu-ibu Makasar minta dijebloskan LP

Makassar–Puluhan ibu-ibu meminta segera dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Makassar. Mereka menilai, kehidupan di penjara lebih enak ketimbang di luar.

Sebab di dalam penjara mereka tak perlu memikirkan mahalnya harga sembako yang kian menjulang tinggi. Permintaan itu disampaikan puluhan wanita dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) saat berunjukrasa ke LP Kelas I Makassar, Jl Sultan Alaudin, Selasa (3/8).

Para wanita tersebut mengaku sudah tidak tahan lagi dengan mahalnya biaya hidup. Belum lagi maraknya ledakan tabung gas elpiji ukuran 3 kg yang memang diperuntukan bagi warga miskin seperti mereka.

“Hidup di dalam bui (penjara) itu lebih enak, makan gratis, ada pelatihan keterampilan, serta keamanan dijaga. Daripada di rumah, kita bisa jadi korban ledakan, biaya rumah sakit mahal, makanan juga mahal,” kata Koordinator SRMI Makassar, Wahida.

Para demonstran diterima Kepala LP Makassar, Endang Sudirman di depan pintu LP. Endang tidak keberatan terhadap aksi para wanita tersebut yang menyita perhatian para tahanan.

“Kalau mau masuk tahanan, silakan, yang penting jangan menyesal kalau tidak bisa keluar lagi. Tapi sejak tahun 2008 ini sudah tidak ada tahanan wanita di Lapas kami,” ujar Endang.

dtc/ tiw

PT. ABRAR TUJUH BERSAUDARA ISLAMI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…