Selasa, 3 Agustus 2010 20:33 WIB Solo Share :

Praktek rumah relokasi dijual disorot

Solo (Espos)–Sejumlah anggota Dewan menemukan adanya dugaan praktek penjualan rumah hasil relokasi warga bantaran yang terkena dampak banjir Bengawan Solo.

Bahkan, praktek penjualan rumah dari dana bantuan pemerintah untuk relokasi itu diindikasikan melibatkan Pokja tingkat kelurahan yang mengurusi relokasi. “Ini ada laporan dan temuan di Solo bagian selatan. Ada dua sampai tiga rumah yang dijual,” ungkap anggota Komisi IV Reny Widyawati kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (3/8).

Dia mengatakan, saat relokasi warga bantaran mendapatkan dana Rp 12,5 juta ditambah Rp 8,5 juta dan dana fasilitas umum Rp 1,8 juta. Setelah menerima uang itu, warga yang relokasi mencari lahan untuk rumah. Namun, tegas Reny, setelah ditempati oleh warga, rumah itu kemudian dijual kepada Pokja. Warga menjual tanah itu karena diberi utang oleh Pokja. “Jadi warga yang relokasi masih ada di rumah itu, tapi statusnya sudah mengontrak karena dibeli Pokja. Dijual mencapai Rp 30 juta,” ungkap dia.

Dia mengatakan, adanya temuan itu merupakan indikasi yang kurang baik. Bahkan, kata dia, program relokasi bantaran belum sepenuhnya tuntas dengan adanya kejadian seperti itu. Dia meminta segera dilakukan evaluasi secara menyeluruh mengenai program relokasi di tingkat kota. Dia juga mengatakan, Pemkot harus segera mengevaluasi kinerja Pokja.

dni

Lowongan Pekerjaan
CV. TUNAS MERAPI SEJAHTERA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Penurunan PTKP

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (4/8/2017). Esai ini karya Muhammad Aslam, seorang praktisi perpajakan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah aslam_boy@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Target penerimaan pajak yang sering tidak tercapai selalu menjadi perhatian khusus pemerintah dari tahun…