Selasa, 3 Agustus 2010 16:04 WIB Wonogiri Share :

Pascaserangan wereng, kesehatan ternak di Selogiri terancam

Wonogiri (Espos)–Pemerintah Kecamatan Selogiri mendesak Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakperla) melakukan pemeriksaan kesehatan ternak di wilayah tersebut pascaserangan hama wereng cokelat di lahan pertanian, beberapa bulan terakhir ini.

“Saya sudah mengirimkan surat ke Disnakperla, berisi permohonan agar diadakan pemeriksaan kesehatan hewan-hewan ternak di sini, sebab kami khawatir ada di antara ternak-ternak itu yang diberi pakan jerami yang sudah berkali-kali disemprot pestisida,” ungkap Camat Selogiri, Bambang Haryanto, Selasa (3/7).

Bambang menambahkan, pihaknya sudah mengeluarkan imbauan kepada para petani dan peternak agar tidak menjadikan jerami yang sudah berkali-kali disemprot pestisida sebagai pakan ternak. Dia juga mengatakan, sejauh ini memang belum ada laporan mengenai ternak yang keracunan pestisida seperti yang dialami sejumlah petani beberapa bulan lalu. Namun, pemeriksaan kesehatan ternak mutlak diperlukan karena itu sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menjamin kesehatan ternak warga.

Sementara itu, Kepala Disnakperla Wonogiri, Rully Pramono Retno, saat dihubungi untuk konfirmasi, Selasa, mengatakan sudah menerima surat dari Camat Selogiri, Bambang Haryanto. Pihaknya juga telah membalas surat tersebut.

“Intinya, kami sudah menghubungi balai penelitian kesehatan ternak di Wates dan Boyolali untuk pemeriksaan darah ternak. Tapi ternyata peralatan untuk itu mereka belum ada. Jadi, langkah kami sementara ini ya mengimbau peternak agar tidak memberi pakan ternak dengan jerami yang sudah kena pestisida,” ujar Rully.

Dia menambahkan, jumlah peternak dan ternak sapi yang ada di Selogiri cukup banyak. Berdasarkan pendataan terakhir, Desember 2009 lalu, terdapat 1.269 peternak sapi dengan populasi mencapai 3.520 ekor.

shs

PT. ABRAR TUJUH BERSAUDARA ISLAMI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Dirawat dan Merawat Cendekiawan Soedjatmoko

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (19/8/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Magister Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Rabu, 15 Agustus 2017, pemerintah menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia kepada delapan…