Selasa, 3 Agustus 2010 21:18 WIB Sukoharjo Share :

Kepsek SMPN I Polokarto menyesal pukuli muridnya

Sukoharjo (Espos)–Kepala Sekolah SMPN I Polokarto Muh Akrom mengaku menyesal telah memukul dua orang muridnya Agus Imam dan Rizal Nur Fauzi siswa kelas IX C.

Kepala Sekolah yang pernah menjadi guru teladan tersebut menyatakan khilaf dan tidak ada niat untuk melukai siswanya. Namun, hanya mendidik siswanya agar disiplin.

Kepada wartawan, Selasa (3/8) di kantornya dia mengatakan, saat ini permasalahan yang terjadi di sekolahnya sudah tuntas. Bahkan, pihak orangtua siswa telah membuat surat pernyataan untuk tidak menuntut pihak sekolah. “Saya khilaf, saya menyesal kejadian kemarin. Tapi semua masalah sudah diselesaikan dengan pihak keluarga, orangtuanya bahkan mengucapkan terima kasih kepada saya,” terangnya kepada wartawan.

Dia mengakui, peristiwa pemukulan tersebut terjadi lantaran jengkel melihat kedua siswanya yang tidak memasukkan seragam ke dalam celana dan duduk di atas meja. Menurutnya, dia tidak memukul kepala belakang Imam namun hanya menampar pipi sebanyak dua kali serta menonjok perut Imam sebanyak tiga kali.

“Rambut dua anak itu jabrik dan bajunya tidak dimasukkan. Saya sudah teriaki saat baru masuk sekolah karena tidak memasukkan seragam itu tabu, lalu saya kejar kedua anak itu ke dalam kelas,” katanya.

Dia menerangkan, setelah memukul, saya sempat memanggil di ruangnnya serta menasehati Imam. Namun, saat itu siswanya mengaku kesakitan di bagian perut. “Karena takut ada apa-apa, saya langsung membawa dia ke Rumah Sakit, dia langsung di USG dan hasilnya tidak apa-apa, hanya sakit perut sementara lalu dia memilih pulang,” katanya.

Sementara itu, berdasar pantauan, Imam sudah masuk ke sekolah dan mengikuti pelajaran di kelas. “Saya memang sempat takut di keluarkan dari sekolah tapi sekarang sudah tidak takut lagi,” ujarnya.

ufi

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…