Selasa, 3 Agustus 2010 14:00 WIB News Share :

Kecewa dengan bupati, seorang pria histeris di DPR

Jakarta–Seorang pria berpenampilan rapi berjalan santai di Gedung DPR. Namun sesampainya di depan pintu masuk Gedung Nusantara III, dia membanting kertas yang dibawanya sambil berteriak-teriak histeris.

Pria berusia 49 tahun itu adalah warga Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Dia jauh-jauh datang ke Gedung Dewan agar bisa menemui Ketua DPR Marzuki Alie guna mengungkapkan kekecewaannya terhadap Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya.

“Pak tolong kami, Pak. Saya ini warga Ogan Ilir, saya mau mengadukan Bupati Ogan Ilir karena gaji ke-13 PNS di sana belum dibayar. Padahal katanya dia janji mau bayar. Bagaimana PNS anak istrinya kalau belum ada gaji itu,” teriak pria bernama Hendri itu histeris di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/8) pukul 12.30 WIB.

Hendri menangis meraung-raung, namun tidak keluar air mata. Alhasil ulah pria berpostur tubuh tinggi besar itu menarik perhatian wartawan yang tengah berkumpul di lobi dan petugas pengamanan dalam DPR.

Menurut Hendri, Bupati Ogan Ilir telah melakukan korupsi Rp 18 miliar sehingga merugikan warganya. Karena tidak kunjung menghentikan aksinya, 7 Pamdal DPR menggotong pria tersebut secara paksa untuk dibawa ke Pos Polisi yang terletak di depan Gedung DPR. Karena melakukan perlawanan, kemeja Hendri terbuka dan celana panjang hitamnya sedikit melorot.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…