Selasa, 3 Agustus 2010 12:33 WIB News Share :

Hujan tak halangi perhelatan puncak 'Sail Banda'

Ambon–Hujan yang mengguyur  Kota Ambon, ibu kota Provinsi Maluku sejak Selasa subuh (3/8), tidak menghalangi perhelatan puncak “Sail Banda 2010” yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Jadwal Kepala Negara tidak berubah karena lokasi perhelatan puncak telah didisain mengantisipasi hujan yang kemungkinan mengguyur Kota Ambon sejak dini,” kata koordinator acara panitia lokal “Sail Banda”, Cak Saimima, di Ambon, Selasa.

Dia memastikan  perhelatan puncak Sail Banda yang juga dihadiri sejumlah menteri, Dubes Suriname,  perwakilan sejumlah negara sahabat dan peserta kegiatan bahari bertaraf internasional tersebut berlangsung sesuai jadwal telah diputuskan.

“Jadi Presiden SBY pada puncak Sail Banda dijadwalkan mencanangkan Maluku sebagai lumbung ikan nasional  serta penyerahan bantuan renovasi Masjid  Raya Alfatah serta Gereja Maranatha dan Santo Paulus,” kata Cak Saimima.

Kepala Negara juga melakukan penandatanganan sampul pertama perangko Sail Banda, meninjau ke kapal USNS Mercy, KRI Soeharso dan menyaksikan perahu – perahu peserta. Atraksi fly pass pesawat Sukhoi TNI – AU dan terjun payung juga menyemarakkan puncak Sail Banda.

“Jadi Sail Banda ini strategis untuk meyakinkan dunia internasional bahwa benar – benar Maluku telah aman sehingga semua komponen bangsa harus menyukseskannya dengan memelihara stabilitas keamanan dan mewujudkan sapta pesona,” kata Saimima.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…