Selasa, 3 Agustus 2010 15:01 WIB Internasional Share :

Hampir bangkrut, Newsweek dijual ke konglomerat kaya

Washington–Washington Post Co akhirnya menjual majalah Newsweek kepada konglomerat kaya asal California, Sydney Harman. Newsweek dijual setelah pada tahun lalu mengalami kerugian hingga US$ 28 juta dan pendapatan iklannya anjlok 37%.

“Dalam mencari pembeli untuk Newsweek, kami menginginkan seseorang yang merasa sekuat kami tentang pentingnya kualitas jurnalisme. Kami menemukannya pada sosok Sidney Harman,” ujar Donald Graham, chief executive Washington Post Company seperti dikutip dari AFP, Selasa (3/8).

Harman rencananya akan mempertahankan mayoritas karyawan Newsweek yang mencapai 325 orang. Namun angka itu kemungkinan tidak memasukkan nama editor Jon Meacham, yang dilaporkan sudah mengundurkan diri.

“Newsweek adalah harta karun nasional. Saya sangat senang bisa menggantikan The Washington Post Company dan keluarga Graham serta melihat kedepan tantangan jurnalistik, bisnis dan teknologi,” jelas Harman.

Harman merupakan mantan Wakil Menteri Perdagangan AS, yang juga konglomerat melalui bisnisnya Harman International Industries yang memroduksi audio berkualitas tinggi dan produk lainnya.

Penjualan Newsweek sudah diumumkan oleh Graham pada 5 Mei lalu. Washington Post membeli Newsweek yang diciptakan pada tahun 1933 pada tahun 1961 lalu. Layaknya majalah-majalah AS lainnya, Newsweek juga harus berjuang di tengah anjloknya pendapatan iklan, penjualan yang tak kunjung naik dan terjadinya migrasi pembaca ke berita-berita gratis via online.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…