Selasa, 3 Agustus 2010 22:42 WIB Solo Share :

Defisit APBD Rp 46,6 M dinilai tak realistis

Solo (Espos)–Kalangan legislatif menilai perkiraan defisit senilai Rp 46,6 miliar dalam APBD 2010 terlalu besar. Angka sebanyak itu dikhawatirkan akan membebani anggaran.

Anggota Komisi III Abdullah AA mengatakan, defisit anggaran bukan merupakan hal yang tabu. Namun, penggunaan anggaran yang defisit itu harus digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Itu bukan hal yang tabu, tapi juga harus digunakan untuk kepentingan masyarakat seperti kesehatan atau yang lainnya. Kalau untuk pembangunan monumen atau tugu atau apa yang simbolik, no way,” tegas Abdullah kepada wartawan di Gedung Dewan, Selasa (3/8).

Hal senada disampaikan Sekretaris Komisi III, Umar Hasyim. Dia menegaskan, defisit lebih dari Rp 46 miliar itu tergolong besar. Dia menambahkan, dalam pembahasan anggaran perubahan pihaknya akan mempelajari hal itu.

Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto menjelaskan, sesuai UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, perubahan anggaran hanya meliputi tiga hal yaitu perubahan asumsi dalam kebijakan umum anggaran (KUA), pengalihan program kerja dan sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa).

“Itu substansi dari perubahan. Kalau mengajukan anggaran program baru tidak bisa. Apalagi waktunya mepet sehingga pencapaiannya juga susah,” terang Supriyanto. Dia mengatakan, angka defisit Rp 46,6 miliar tidak realistis karena akan membebani keuangan daerah dan bisa melanggar UU No 32 Tahun 2004.

dni

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…