Selasa, 3 Agustus 2010 18:03 WIB Sukoharjo Share :

DBD masih mengancam Sukoharjo

Sukoharjo (Espos)–Penyakit demam berdarah dengue (DBD) hingga saat ini masih menjadi ancaman bagi warga Kota Makmur. Pasalnya, meski sudah memasuki musim kemarau namun korban DBD menurut catatan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) masih tergolong tinggi.

Pada pekan ke-30 tahun ini, jumlah korban DBD mencapai 282 orang. Jumlah tersebut apabila dibandingkan pada pekan yang sama tahun lalu mengalami kenaikan sebanyak 12 orang karena pada 2009 kemarin jumlah korban DBD sebanyak 270 orang.

Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK, Rustiningsih menjelaskan, seharusnya korban DBD pada tahun ini mengalami penurunan. “Apabila melihat pola musim, korban DBD seharusnya mengalami penurunan. Sekarang ini kan sudah masuk musim kemarau,” ujar Rustiningsih ketika dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (3/8).

Dengan tidak menentunya musim, Rustiningsih menambahkan, membuat penyebaran DBD sulit diprediksi. Menilik data penyebaran DBD, imbuh Rustiningsih, masih didominasi lima kecamatan. Kelima kecamatan itu adalah Grogol, Kartasura, Mojolaban, Sukoharjo serta terakhir Baki.

aps

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…