Selasa, 3 Agustus 2010 18:15 WIB News Share :

Citra Polri jadi taruhan

Jakarta--Mabes Polri belum juga menentukan sikap apakah akan memutar rekaman Ade Rahardja dan Ari Muladi dengan dalih permintaan pengadilan Tipikor baru diterimanya kemarin. Jika terus mengulur-ngulur waktu, publik akan terus bertanya-tanya soal kebenaran adanya rekaman itu.

“Kalau hanya ngulur-ngulur waktu, publik bisa menafsirkan macam-macam. Orang akan terus bertanya, ada atau tidak ada rekaman itu,” kata pengamat polisi Bambang Widodo Umar kepada detikcom, Selasa (3/8).

Bambang mengatakan, sudah seharusnya polisi patuh pada perintah hakim. “Ini kan perintah hakim, hakim itu tertinggi di peradilan. Kalau memang ada, kenapa sih nggak mau buka,” kata Bambang.

Jika polisi memang merasa belum bisa membuka rekaman tersebut, ada baiknya Polri memberi keterangan resmi. “Kalau memang belum bisa dibuka, jelaskan secara tertulis kepada hakim. Alasannya apa, harus masuk akal dan dapat diterima,” kata Bambang.

Jika alasan itu tidak tepat, maka publik dapat menilai Polri. “Ya taruhannya citra Polri sendiri. Iya kalau rekaman itu ada, kalau tidak ada, bagaimana?” tanya Bambang.

Sebelumnya Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ito Sumardi mengatakan, belum bisa memenuhi perintah hakim untuk menyerahkan dan membuka rekaman misterius itu. Alasannya, surat perintah dari hakim itu kini masih dipelajari.

Sementara Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang mengatakan, keputusan belum diambil karena surat perintah baru diterima Mabes Polri pada Senin kemarin. Saat ini sedang ditindaklanjuti.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…