Selasa, 3 Agustus 2010 14:39 WIB Internasional Share :

Banjir Pakistan, korban tewas 1.400 orang

Islamabad–Lebih dari tiga juta orang terkena dampak banjir di Pakistan. Jumlah korban jiwa sejauh ini telah mencapai 1.400 orang. Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah.

Demikian disampaikan juru bicara badan anak PBB, UNICEF, Abdul Sami Malik. Dikatakannya, pejabat-pejabat pemerintah Pakistan dan badan-badan kemanusiaan akan bertemu hari ini untuk memutuskan apakah akan mengeluarkan statemen permintaan bantuan kepada dunia internasonal.

Saat ini permukaan air sudah mulai surut di sejumlah wilayah yang terendam banjir. Namun ada kekhawatiran baru karena air telah menyebar dari provinsi yang paling parah dilanda banjir, Khyber Pakhtunkhwa ke wilayah Punjab serta wilayah Sindh.

“Mereka terkena dampaknya. Yang kami dengar dari Punjab adalah 50 ribu orang telah kehilangan tempat tinggal dan 200 ribu orang sedang dievakuasi dari Sindh,” kata Malik seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (3/8).

“Kalau terjadi hujan lagi, mereka perkirakan bahwa dari 23 distrik di Sindh, 19 distrik akan terkena dampaknya,” tutur Malik.

Pejabat-pejabat Pakistan mengatakan, terlalu dini untuk menaksir kerugian yang ditimbulkan banjir pada perekonomian.

“Seluruh infrastruktur yang kami bangun dalam 50 tahun terakhir telah rusak,” kata Adnan Khan, juru bicara untuk badan Otoritas Manajemen Bencana di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Otoritas Pakistan memperkirakan jumlah korban jiwa akan bertambah akibat banjir terburuk di Pakistan tersebut. Otoritas saat ini tengah berjuang untuk menolong para korban banjir yang telah kehilangan tempat tinggal. Banyak pula warga yang masih terjebak di daerah-daerah banjir.

Menurut Otoritas Manajemen Bencana Nasional Pakistan, lebih dari 29.500 rumah telah hancur diterjang banjir.

dtc/ tiw

lowongan kerja
lowongan kerja NUPEST CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Meneguhkan Pancasila

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (3/6/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah yang kini menjabat Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta Solopos.com, SOLO¬†— Pancasila sedang dikaji kembali makna dan efektivitasnya sebagai dasar negara. Sebagai ideologi, hidup mati Pancasila sangat bergantung…