Selasa, 3 Agustus 2010 18:44 WIB Wonogiri Share :

2014, Pracimantoro berswasembada jagung

Wonogiri (Espos)–Camat Pracimantoro, Kuswandi berharap 2014 nanti wilayahnya sudah mampu berswasembadaya jagung, karena hingga semester awal 2010 luas lahan tanaman jagung mencapai 5.933 hektare (ha). Hasil atau produksi jagung per hektare telah mencapai 63,54 ton.

Obsesi menjadikan wilayah Pracimantoro menjadi daerah berswasembada jagung didasarkan pada kondisi alam yang kering. Sedangkan tanaman jagung tidak butuh banyak air, sehingga sangat cocok. Pernyataan Camat disampaikan dihadapan para petani Desa Tubokarto, Pracimantoro yang melakukan panen perdana tanaman jagung jenis NK22 Super Jumbo dari Syngenta Indonesia, Selasa (3/8).

Hadir pada acara panen perdana, staf ahli Bupati, Siti Mukhalimah dan Endang. Ditambahkan oleh Koordinator PPL Pracimantoro, Ahmad Syafrudin lahan tanaman jagung terluas di kecamatan.
“Lahan jagung, memang dominan di Pracimantoro dibanding lahan pertanian. Dan ujicoba tanaman jagung jenis NK22, dengan demplot seluar 2 ha hasilnya cukup bagus,” ujarnya.

Sedangkan, Sudaryanto mengatakan lahan tanaman jagung di Wonogiri mencapai 65.000 ha dengan produksi 5,6 yon/ha jagung pipilan. “Atau total produksi tahun ini sebanyak 364.000 ton dan jika nilai jual jagung berkisar Rp 2.000 hingga Rp 2.200/kg, maka pendapatan petani mencapai Rp 11,2 juta/ha dan jika dikurangi dengan biaya usaha tani, maka petani akan mendapatkan keuntungan antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta selama tiga bulan.”

tus

lowongan pekerjaan
Juara Karakter Indonesia, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…