Selasa, 3 Agustus 2010 20:18 WIB Boyolali Share :

2 Km saluran irigasi tak berfungsi optimal

Boyolali (Espos)–Sepanjang dua kilometer (km) saluran irigasi sekunder yang mengairi tanaman palawija di Desa Gagaksipat, Ngemplak tak berfungsi secara optimal karena adanya kerusakan.

Ketua Gabungan Persatuan Petani Pengguna Air (GP3A) Waduk Cengklik, Samidi menjelaskan, kerusakan yang terjadi di saluran irigasi sekunder itu antara lain dipicu banyaknya alih fungsi lahan pertanian atau tegalan menjadi perumahan.

Sebagian pengelola dan pengembang perumahan dan beberapa pertokoan, serta pabrik baru di kawasan itu tidak mengindahkan keberadaan saluran irigasi yang mengairi sekitar 75 hekatare (ha) tanaman palawija tersebut. “Ada beberapa titik saluran yang tampak sengaja ditutup dan diuruk dengan tanah. Padahal jelas itu melanggar aturan,” tutur Samidi saat dijumpai Espos, Selasa (3/8), di lokasi setempat.

Ia menambahkan, hal itu tak bisa dibiarkan terus menerus. Apalagi saluran irigasi sekunder itu merupakan aset negara yang sangat membantu petani. Oleh karena itu, dirinya dan para petani meminta agar Dinas PSDA bertindak tegas terhadap orang-orang yang sengaja dan tak mau menghiraukan keberadaan serta fungsi saluran irigasi itu.

hkt

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…