Senin, 2 Agustus 2010 18:11 WIB Hukum Share :

Warga temukan mayat di bawah jembatan

Solo (Espos)–Warga di daerah Pringgading RT 4/IX, Setabelan, Banjarsari menemukan sesosok mayat tak dikenal di bawah jembatan Pasar Legi, Senin (2/8) pukul 09.00 WIB. Peristiwa penemuan mayat misterius tersebut sempat menggegerkan masyarakat setempat, lantaran lokasi kematian korban berada di dekat gorong-gorong di bawah jembatan dengan kondisi terlentang.

Berdasarkan pantauan Espos di lapangan, proses penemuan mayat oleh warga tersebut juga sempat menarik perhatian warga setempat sekaligus para pengguna jalan. Awalnya, diketahui terdapat seorang warga bernama Teguh Sriyono, 40, berusaha memetik cabe di sekitar jembatan.

Pada saat yang bersamaan, tiba-tiba dirinya melihat sesosok mayat terlentang di daerah gorong-gorong dengan kondisi mengenaskan. Secara umum, korban memiliki ciri fisik berkelamin laki-laki, berusia sekitar 60-an tahun, kurus, rambut cepak, tinggi sekitar 160 cm, di bagian leher korban diblebet sarung, dan menggunakan kaos berwarna ungu.

“Pagi hari tadi (kemarin -red) saya berniat mencari cabe. Tiba-tiba, saya melihat ada sepasang kaki. Kali pertama, saya takut untuk mendekat. Langkah berikutnya, saya memanggil warga sebelum akhirnya melaporkan ke kepolisian. Tak seberapa lama, polisi langsung datang ke sini,” ujar dia saat ditemui Espos di Banjarsari, Senin (2/8).

Menurut Kanitreskrim, Ipda Teguh Sujadi mewakili Kapolsek Banjarsari, AKP Edison Pandjaitan dan Kapoltabes Solo, Kombes Pol Nana Sudjana sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban. Guna memudahkan hal tersebut, dilakukan proses visum di RS dr Moewardi Solo.

“Belum dapat dipastikan penyebab kematian korban. Yang jelas, korban diprediksi memiliki latar belakang gelandangan. Semuanya masih diselidiki,” tegas dia saat ditemui di sela-sela proses olah tempat kejadian perkara (TKP).

pso

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…