Senin, 2 Agustus 2010 15:46 WIB Hukum Share :

Polisi tindak konvoi Ormas tanpa izin

Jakarta–Polda Metro Jaya akan menindak tegas aksi konvoi anggota organisasi masyarakat (Ormas) tanpa izin. “Tentunya akan kita tindak jika konvoinya melanggar aturan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin (2/8).

Boy mengatakan selama ini anggota Ormas maupun kelompok masyarakat lainnya tidak mengantongi izin untuk konvoi kendaraan di jalan raya. Selain itu, perwira menengah kepolisian tersebut, mengimbau pengurus Ormas memasang atribut dan menempatkan pos sesuai lokasinya.

Pembangunan pos dan pemasangan atribut seperti bendera Ormas harus mendapatkan izin dari pemilik lahan atau masyarakat lingkungan sekitar. Pernyataan Boy itu terkait dengan kerusuhan salah satu Ormas, Forum Betawi Rempug (FBR) dengan warga di Rempoa, (Kota Tangerang Selatan), Tanah Kusir dan Arteri Pondoh Indah (Jakarta Selatan), Sabtu (31/7).

Penyidik Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan telah menetapkan 30 orang tersangka terdiri dari 23 orang menjalani penahanan dan tujuh orang wajib lapor, sedangkan dua orang lainnya dilepaskan.

“Dua orang yang dilepaskan tidak terbukti terlibat,” tutur Boy.

Ke-23 orang yang ditahan itu berinisial RR, WA, UJ, UB, A alias M, FA, DA, TB, B, SH, AH, EB, S alias I, TP alias G, FF, ARR, S, AR, IZ, I alias J, WM, IH dan MBS.

Para tersangka itu terlibat dugaan memiliki senjata tajam terjerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Tajam dan Senjata Api dan melanggar Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman penjara lebih dari lima tahun.

ant/rif

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…