Senin, 2 Agustus 2010 21:39 WIB Sukoharjo Share :

Pertamina akhirnya tarik tabung gas rusak

Grogol (Espos)–Pertamina akhirnya menarik tabung gas rusak yang ngendon selama beberapa pekan di dua stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) Kota Makmur.

Manajer Operasional SPBE PT Anugerah Terang Abadi Gasindo (ATAG) Parangjoro, Grogol, Diana Ekayanti Widjaya menerangkan, Pertamina sudah mulai menarik tabung gas rusak yang dikembalikan masyarakat. “Sekarang ini sudah ada progress untuk penarikan tabung gas rusak. Jadi berdasarkan konfirmasi yang kami terima dari Pertamina, tabung gas rusak mulai ditarik hari ini,” jelas Diana ketika dijumpai wartawan, Senin (2/8).

Diana menambahkan, untuk mempercepat proses penarikan tabung gas pihaknya bersedia membantu Pertamina. “Karena banyaknya tabung gas rusak yang jumlahnya sekarang mencapai 11.000 unit, kami bersedia membantu Pertamina. Jadi selain Pertamina menarik tabung di sini dengan kendaraan mereka, kami juga ikut mengembalikan dengan menggunakan kendaraan kami,” ujarnya.

Sementara itu sekitar 3.000 unit tabung gas di SPBE PT Sarana Investa Utama (Swastama) Manang, Baki juga sudah ditarik Pertamina. Hal tersebut ditegaskan Manajer SPBE PT Swastama, Agus Dwi. “Tabung-tabung gas rusak di sini sudah mulai ditarik Pertamina. Memang penarikannya tidak sekaligus melainkan bertahap,” ujarnya.

Kabid Perdagangan Disperindag, Sadewo Suharto mengatakan, penarikan tabung gas rusak di dua SPBE melegakan pihaknya. “Penarikan tabung gas rusak ini tentu melegakan kami. Dengan demikian Pertamina telah merespons surat permohonan yang kami kirimkan pada 12 Juli lalu,” ujar Dewo sapaan akrabnya.

Meski Pertamina sudah menarik tabung gas rusak di dua SPBE, Dewo menambahkan, tidak membuat Disperindag berhenti melakukan pengawasan. “Untuk pengawasan tabung gas rusak tetap kami lakukan. Yang kami harapkan pengembalian tabung gas rusak mulai dari tabung bocor, berkarat, tidak ber-SNI atau beratnya kurang dari standard bisa segera ditindaklanjuti Pertamina dengan cara penarikan dan penggantian tabung gas yang layak dan aman,” tegasnya.

aps

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perempuan, Kesenian, dan Estetika Pembebasan

Gagasan dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (12/8/2017). Esai ini karya Saifuddin Hafiz, perupa dan penikmat seni budaya yang tinggal di Solo. Solopos.com, SOLO–Sebagai wilayah netral gender kesenian tak lepas dari salah satu kreatornya, yaitu perempuan. Kesenian yang merupakan cermin dan…