Senin, 2 Agustus 2010 20:17 WIB Sport Share :

Pascafinal Piala Indonesia, Stadion Manahan alami kerusakan

Solo (Espos)--Pascamenghelat final Piala Indonesia (PI) 2010, Minggu (1/8) malam, Stadion Manahan mengalami kerusakan. Berdasar pantauan Espos di lapangan, Senin (2/8), kerusakan di Stadion yang berkapasitas 25000-30.000 penonton ini tidak terlalu parah. Kerusakan dinilai cukup ringan namun terjadi pada 15 titik.

Kerusakan itu antara lain terjadi di dua pintu tribun yang berada di sisi timur dan utara karena dijebol massa yang tidak bisa masuk, kursi di tribun VIP, pintu besi di tangga terbuka, hingga kamar mandi kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pun ikut dijebol.

Kerusakan ini juga diperparah dengan ulah para kelompok suporter yang mengotori lingkungan sekitar stadion. Banyaknya sampah, serta botol-botol plastik akibat lemparan penonton masih terlihat berserakan di lapangan stadion. Bahkan bau air seni yang sangat menyengat pun turut memperparah keadaan stadion kebanggan warga Kota Bengawan pasca lagafinal PI 2010.

Salah satu pekerja di Stadion Manahan, Danang Kusmanto, 38 mengakui bahwa ulah para suporter di stadion ini tidak mengakibatkan kerusakan parah. Namun meski demikian jumlah kerusakan yang diakibatkan sangat banyak.

“Selain itu banyak sampah dan bau tidak sedap. Perlu waktu tiga hingga empat hari untuk melakukan pembersihan,” terang Danang saat dijumpai Espos di Stadion Manah, Senin.

Sementara itu, Kepala Unit Stadion Manahan, Agoes Soedarman menyatakan jumlah kerusakan yang diakibatkan laga final ini jumlahnya sekitar 15 titik. Meskipun demikian, dirinya mengaku belum mampu menafsirkan berapa kerugian yang ditimbulkan atas ulah suporter itu.

“Meski ringan kerusakan yang diakibatkan sangat banyak. Namun berapa jumlah kerugiaan hingga saat ini belum bisa dipastikan,” ujar Agoes.

Atas kerusakan ini, Agoes akan segera melakukan perbaikan di stadionnnya mulai pekan ini. Dirinya pun memperkirakan kondisi stadion akan pulih kembali dalam waktu satu pekan.

“Kami harus segera melakukan perbaikan, pasalnya pada Sabtu-Minggu (7-8/8) nanti akan digunakan untuk mengelar pertandingan sepak bola antarSSB,”  imbuh Agoes.

Disinggung masalah biaya perbaikan yang akan dikeluarkan, Agoes menyatakan bahwa semua kerugian yang dialami stadion selama menyelenggarakanpertandingan sudah menjadi tanggung jawab pihak panitia penyelenggara (Panpel).

m89

lowongan kerja
lowongan kerja SMK MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…