Senin, 2 Agustus 2010 15:52 WIB News Share :

PAN minta pembangunan rumah aspirasi ditinjau ulang

Jakarta–Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak DPR meninjau ulang rencana pembangunan rumah aspirasi di daerah pemilihan masing-masing anggota DPR. PAN minta rencana tersebut disosialisasikan terlebih dahulu kepada warga sebelum direalisasikan.

“Rencana pembangunan rumah aspirasi senilai Rp 200 juta per anggota DPR itu, menurut kacamata PAN harus dipertimbangkan kembali. Mengingat saat ini DPR sedang menjadi sorotan publik,” ujar Sekjen PAN, Taufik Kurniawan, Senin (2/8).

Taufik yang juga Wakil Ketua DPR ini meminta Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR membuka secara transparan rencana pembangunan rumah aspirasi ini. Sebabnya anggaran yang digunakan untuk membangun rumah aspirasi tidak sedikit, totalnya Rp 122 miliar.

“Paling tidak, harus ada beberapa tahapan yang harus disampaikan secara transparan kepada publik. Sungguh pun sudah disetujui oleh rapat Paripurna tetap harus disampaikan secara transparan kepada publik,” terang Taufik.

Taufik meminta DPR mengembalikan sepenuhnya kepada masyarakat sebelum merealisasikan pembangunan rumah aspirasi. Taufik juga berharap pelaksanaan sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku seperti diatur dalam protap proyek DPR.

“Jangan lupa ada UU keterbukaan informasi publik. Kalau publik menolak ya sebaiknya ditinjau ulang, kalau publik menerima baru bisa direalisasikan sesuai prosedur,” tutupnya.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…