Senin, 2 Agustus 2010 10:53 WIB News Share :

Pacaran digerebeg, seorang pemuda nekat gantung diri

Tuban–Gara-gara malu saat pacaran digerebek, Siswoto ,22, warga Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban nekat gantung diri di rumah pacarnya, Maimunah ,17, di Desa Compreng, Kecamatan Widang, Tuban, Senin (2/8) dini hari.

Jasad pemuda yang mengenakan kaos singlet hitam dengan celana jeans biru itu ditemukan menggelantung di atas pohon mangga belakang rumah kekasihnya. Lehernya terikat tampar dari lilitan pelepah pohon pisang, lidahnya menjulur dengan wajah merah kebiruan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum tragedi gantung diri dilakukan, malam harinya Siswoto mengunjungi rumah pacarnya. Rupanya sepasang kekasih ini sedang mabuk asmara. Buktinya, Siswoto dengan leluasa masuk kamar Maimunah melalui jendela.

Sayangnya aksi kencan di malam buta itu dipantau para pemuda setempat. Hasilnya saat Siswoto masuk kamar dengan cara melompat jendela, para pemuda langsung mengontak para warga. Mereka langsung berbondong-bondong mendatangi rumah Maimunah. Orangtua Maimunah, tak percaya jika anaknya berpacaran di dalam kamar.

Mereka mengecek kamar Maimunah. Di situ tak ditemukan seorang pemuda di dalamnya, namun jendela kamar terbuka. Pencarian pun dilakukan warga hingga ke setiap sudut rumah dan pekarangan. Namun upaya itu tak membuahkan hasil.

Hingga esok hari, warga digegerkan seorang pemuda gantung diri di atas pohon mangga di belakang rumah Maimunah. Warga pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Widang.

“Yang menemukan pertama ada orang gantung diri itu Mbak Susilowati, kan lokasinya dekat dengan rumahnya,” kata salah seorang warga Sumali yang diamini warga lain saat ditemui di lokasi Desa Compreng, Kecamatan Widang, Senin pagi.

Setelah itu jasad pemuda itu diturunkan dari pohon dan akhirnya dibawa polisi ke kamar jenazah RSUD Dr R Koesma Tuban untuk dilakukan otopsi.

dtc/ tiw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…