Senin, 2 Agustus 2010 11:50 WIB News Share :

Minta belas kasihan, empat orang kubur diri

Jakarta–Empat warga Rawa Kebo, Cempaka Putih, Jakarta Pusat nekat mengubur diri. Aksi itu dilakukan untuk memohon belas kasihan kepada Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, agar tidak menggusur tempat tinggal mereka.

Keempat orang itu adalah Herman, Salmah, Firzen, dan Yato. Mereka duduk bersila di dalam lubang sedalam 50 cm lalu ditimbun tanah, di lokasi, Rawa Kebo, Senin (2/8). Yang terlihat dari mereka hanya kepalanya saja.

Mereka mengaku telah menempati lahan tersebut sejak tahun 1990-an. Bahkan ada warga yang telah tinggal sejak tahun 1953, di lokasi yang oleh Pemprov DKI akan dibangun Pengadilan Agama itu.

“Saya penghuni terlama di sini,” kata Kusen ,78, salah satu warga yang tinggal di lahan seluas 1.300 meter persegi itu.

Kusen mengakui memang tidak memiliki surat-surat apapun terkait lahan itu. Karena itu, Kusen berharap Fauzi Bowo bisa memberi belas kasihan kepadanya.

“Mohon belas kasihan, saya nggak punya tempat tinggal lagi kalau harus pergi dari sini,” kata Kusen.

Kusen mengaku pernah ditawari Rp 40 juta oleh Pemprov DKI Jakarta. Namun Kusen tidak yakin uang itu bisa memberikan tempat tinggal untuknya.

Aksi ini adalah untuk kali kedua. Sebelumnya, warga sempat menggelar aksi membakar foto Fauzi Bowo. Aksi ini tidak membuat lalu lintas macet karena dilakukan di dalam lahan yang akan digusur tersebut.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…