Senin, 2 Agustus 2010 22:36 WIB Boyolali Share :

Kemarau, Satdalkar disiagakan

Boyolali (Espos)–Memasuki musim kemarau, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa, Perum Perhutani yang mengelola sekitar 18.000 hektare hutan di sebagian wilayah Boyolali, Sragen, dan Grobogan mulai menyiagakan Satuan Pengendalian Kebakaran (Satdalkar) hutan.

Di jumpai Espos, Senin (2/8), Kepala KPH Telawa, Ir Ronald Guido Suitela MSi menjelaskan adanya perubahan iklim yang menyebabkan membiasnya batas waktu musim kemarau dan penghujan tidak membuat tugas Satdalkar lengah. Untuk itu, sejak jauh-jauh hari memasuki musim kemarau di tahun ini, mereka sudah mulai disiagakan di tiap-tiap Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) yang berada di wilayah KPH Telawa.

“Antisipasi kebakaran hutan, telah diterapkan secara prosedural dan apabila ada peristiwa esidental para petugas akan langsung bergerak. Beberapa rambu-rambu larangan yang bisa menyebabkan kecerobohan dan tindakan yang berujung pada kebakaran juga dipasang di berbagai titik,” papar Ronald di kantornya, Juwangi, Boyolali.

Selain itu, KPH Telawa Perum Perhutani juga bekerjasama dengan masyarakat setempat dalam mengantisipasi kemungkinan adanya kebakaran di musim kemarau. Sementara Kaur Humas KPH Telawa, Perum Perhutani, Sri Isnaini menambahkan, Satdalkar yang dibentuk atas surat keputusan administratur Perum Perhutani itu antara lain terdiri atas Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) dan polisi hutan pada tiap-tiap BKPH.

hkt

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…