Senin, 2 Agustus 2010 14:50 WIB News Share :

DPR dinilai ingin eksis di hadapan rakyat

Jakarta— Menyusul kandasnya usulan dana aspirasi, DPR mengusulkan pengadaan rumah aspirasi. Dua usulan beruntun tersebut mencerminkan kebingungan anggota DPR untuk mendongkrak eksistensi mereka di hadapan rakyat di tengah minimnya produk legislasi lembaga DPR.

“Konteks besarnya,DPR gagap menunjukkan eksistensi mereka sebab capaian legislasi sangat minim,” kata Yunarto Wijaya, pengamat politik dari Charta Politica, Senin (2/8).

Menurutnya, dengan mengusulkan pengadaan rumah aspirasi maka sebenarnya anggota DPR secara tidak langsung mencari pembenaran terhadap buruknya kinerja mereka. Karena tidak ada tempat mengadakan pertemuan dengan konstituen, maka ada alasan tidak maksimal menyerap aspirasi konstituen di daerah.

Yunarto bahkan mencurigai pencuatan usul rumah aspirasi merupakan upaya pihak DPR mengalihkan perhatian publik dari isu hobi bolos yang sedang menjadi sorotan belakangan ini. Maka perlu ada isu baru terkait DPR agar perihal kegemaran bolos tersebut tidak lagi jadi sorotan di media massa.

“Saya malah curiga ini pengalihan isu terhadap isu bolos itu,” ujar dia.

Lebih lanjut, Yunarto mengatakan, bila akhirnya usulan proyek bernilai Rp 122 milyar itu nanti terus bergulir di DPR, maka perlu diwaspadai motifasi sebenarnya dari dukungan tersebut. Jangan sampai pengadaan rumah aspirasi di masing-masing daerah pemilihan merupakan ‘tabungan hari tua’ bagi anggota DPR bila kelak tak lagi terpilih sebagai anggota legislatif.

“Persepsi orang kan jadi tambah buruk terhadap DPR. Sudah income-nya besar, boleh bolos sesukanya dan kinerja nggak jelas tapi bisa punya rumah yang dibiayai negara,” tutup dia.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…