Senin, 2 Agustus 2010 01:30 WIB Solo Share :

Buntut keputusan MA, tarif parkir bakal kian ugal-ugalan

Banjarsari (Espos)–Asosiasi Parkir Surakarta (Asparta) mengaku keberatan dengan keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengharuskan mengganti kendaraan yang hilang di lahan parkir.

Keputusan MA tersebut dinilai bakal memicu terjadinya tarif ugal-ugalan di luar ketentuan Perda No 6 Tahun 2004.

“Karena beban pengelola parkir bertambah, maka target juga harus dinaikkan,” kata Humas Asparta, Joko Pramono kepada Espos di Banjarsari, Senin (2/8).

Kondisi tersebut, lanjut Joko, mau tak mau juga akan berimbas di lapangan. Sebab, para Jukir yang kini jumlahnya hampir 2000-an tersebut bisa saja menarik tarif parkir seenaknya.

“Kalau target dinaikkan, tentu Jukir akan melakukan apa saja asal terpenuhi target. Dan konsumen bakal dirugikan,” paparnya.

Mengacu pada Perda No 6 Tahun 2004, kata Joko, selama ini jika terjadi kehilangan kendaraan maka akan diselesaikan melalui jalur kekeluargaan. Meski demikian, tak sedikit pengguna jasa parkir yang membawa ke pengadilan hingga membuat pengelola parkir yang merugi.

“Dalam Perda, pengelola hanya diminta memberi ganti Rp 5 juta. Tapi, sering juga pengelola parkir mengganti utuh jika sampai dibawa ke pengadilan,” lanjutnya.

asa

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…